Desain grafis merupakan salah satu bentuk seni lukis untuk menciptakan atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu media.Hal ini ditujukan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan.Bentuk-bentuk dari seni desain grafis ini dibuat oleh graphic designer yang memiliki spesialisasi untuk mengintepretasikan pesan melalui bentuk gambar.
Dengan kata lain, seorang graphic designer merupakan seorang komunikator visual yang menciptakan konsep visual secara manual atau dengan menggunakan software komputer. Mereka mengomunikasikan ide-idenya untuk menginspirasi dan menginformasikan sebuah pesan lewat seni visual yang termasuk gambar, tulisan, dan juga grafik.
Ada 3 tahap dalam pembuatan logo dan flyer
· Pre – Production
Rough Sketch, Sketsa yang dimaksud adalah pembuatan gambar rancangan. Sketsa digunakan untuk pembuatan sketsa sebagai proses awal dalam berkarya. Setelah penulis mendapatkan hasil berdasarkan kesimpulan dari berbagai data yang ada dilanjutkan dengan membuat gambar kasar dan sederhana mengenai elemen – elemen rupa yang akan digunakan dalam karya corporate identity dan pengaplikasiannya tersebut.
· Production
1. Komputerisasi Pada tahap ini desainer menggunakan software Coreldraw X4 dan Adobe Photoshop sebagai program pengolahan gambar dan finishing pada pembuatan desain.
2. Konsultasi dengan konsumen sebelum karya dicetak menjadi barang jadi terlebih dahulu desain dikonsultasikan, apakah desain sudah benar-benar layak untuk dicetak dan diperbanyak.
3. Pencetakan Dalam tahap ini desain yang telah jadi dikoreksi kembali, ditinjau dari aspek warna, posisi gambar, teks, dan lain - lain untuk menghasilkan karya yang terbaik. Karya yang telah jadi, kemudian dicetak di tempat pencetakan digital printing. Hal ini dimaksudkan agar gambar yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dengan menggunakan digital printing.
· Post – Production
1. Pengaplikasian Logo yaitu mengaplikasikan logo pada Media promosi Setelah logo tersebut diaplikasikan ke berbagai media promosi seperti pada baju karyawan, kartu nama, kop surat, amplop, nota, kuitansi, stempel, jam dinding, gantungan kunci, pin, mug.
2. Penyajian Karya desain Pada tahap ini karya dicetak. Tampilan karya yang telah selesai berupa pengaplikasian desain pada media yang sudah ditentukan. Karya yang telah selesai dipersiapkan untuk pameran sebagai bahan penyampaian pesan kepada masyarakat.
Contoh Flyer
Contoh Logo
Ada Beberapa Tips Dalam Pembuatan Desain Logo/Flyer
1. Mencari Referensi
Mencari informasi tentang referensi untuk pembuatan logo/flyer dengan desain yang unik dan menarik
2. Pemilihan Warna
Menentukan warna sesuai dengan kebutuhan dari Logo/Flyer itu sendiri, gunakan warna hitam dan putih sebagai warna dasar, atau bisa juga menggunakan warna lain sesuai permintaan konsumen. Jangan terlalu banyak menggunakan kombinasi warna, gunakan warna yang dapat membuat sebuah identitas dari logo/flyer tersebut.
3. Branding
Setiap brand pasti memiliki ciri khas, gunakan ciri khas dari brand tersebut dengan menggunakan membuat tulisan atau lambang dari brand tersebut di perbesar.
4. Posisi lambang/simbol
Pastikan lambang/symbol yang dibuat jangan terlalu padat, beri ruang pada bidang yang dibuat.